Fatwa Larangan Ucapan Natal Tidak Pernah Dikeluarkan MUI

 

 

 

Rakseries.com – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengungkapkan pihak MUI tidak dapat melarang bagi siapa pun yang memiliki pendapat mengucapkan selamat Natal itu haram atau tidak diperbolehkan oleh agama. Hal tersebut berdasarkan pada pendapat bahwa mengucapkan selamat Natal merupakan bagian dari keyakinan agama.

“Begitu juga sebaliknya, MUI tidak bisa melarang bagi yang berpendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu boleh dan tidak dilarang agama. Karena ada yang berkeyakinan hal itu bukan bagian dari keyakinan agama, tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, teman sekerja atau relasi antarumat manusia,” ungkap Zainut.

Dia mengatakan para ulama pada masalah tersebut memiliki perbedaan pendapat, ada yang memperbolehkan dan ada pula yang melarangnya. Sehingga MUI mempersilakan pada seluruh umat muslim untuk memilih pendapat yang sesuai dengan keyakinan di hati masing-masing.

“MUI sendiri belum pernah mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut. Sehingga mengembalikan kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada,” kata Zainut.

Zainut juga mengungkapkan permasalahan tersebut juga menanggapi viral yang tersebar luas di masyarakat mengenai adanya toko kue yang menolak untuk menulis tulisan selamat Natal lantaran memiliki keyakinan haram. Dan untuk hal itu pihak MUI tidak dapat melarangnya.

“Tetapi, jika ada toko kue yang mau melayani pembeli untuk menuliskan ucapan selamat Natal, MUI juga tidak bisa menyalahkannya,” katanya.

Selanjutnya dia mengatakan MUI menyerukan terhadap masyarakat supaya lebih bijaksana untuk menanggapi perbedaan pendapat tersebut serta tidak menyebabkan perdebatan yang akan mengganggu kesatuan umat beragama.

“MUI berpesan, marilah kita terus menjaga ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman maupun persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Karena sebagaimana kata Imam Ali bin Abi Thalib, bahwa ‘mereka yang bukan saudaramu dalam iman, mereka adalah saudaramu dalam kemanusiaan’,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *